Minggu, 11 Mei 2014

makalah tentang burung puyuh. gunang senayan.(KSB) satange

MAKALAH
BURUNG PUYUH
Makalah ini diajukan untuk memenuhi Tugas   Kelompok Mata Kuliah
Dasar Aneka Ternak “
 







Disusun oleh :
KELOMPOK II ( DUA )
Ø  GUNAWAN
Ø  SRI ROHAYU
Ø  LILIANI
Ø  M.NUR
Ø  SUHARDI
Ø  YAYAN KURNIAWAN

PROGRAM STUDI ILMU PERTERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SAMAWA ( UNSA )
SUMBAWA BESAR
TAHUN
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan berkahnya kepada kita semua, atas karunia-Nya makalah ini dapat kami susun sesuai dengan rencana yang kami inginkan.
Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW yang selalu memberikan inspirasi bagi kita untuk selalu beristiqamah di jalan-Nya.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang “ BURUNG PUYUH“. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.



Sumbawa, 3 juni  2014

                                                                                                                                          Kelompok IV






DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ..... ii
DAFTAR TABEL.......................................................................................... ..... iii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................... ..... iv
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang...................................................................................... ..... 1
B.    Rumusan Masalah....................................................................................... 2
C.    Tujuan Pembahasan..................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Bagaimana sejarah burung puyuh......................................................... ..... 3
B.     jenis – jenis burung puyuh yang ada di indonesia................................ ..... 4
C.     .............................................................................................................. Bibit burung puyuh              7
D.    Menejemen pemiliharaan...................................................................... .... 11
E.     Pakan burung puyuh............................................................................. .... 17
F.      Kandang burung puyuh........................................................................ .... 20
G.    .............................................................................................................. taksonomi dan siklus hidup burung puyuh.................................................................................................... .... 22           
H.    Hasil atau pakan dan produk burung puyuh itu sendiri dan
apa manfaat bagi manusia .................................................................... .... 27

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................... .... 29           
B.     Saran..................................................................................................... .... 30

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... .... 31
DAFTAR TABEL

TABEL  1 : Jenis Vitamin Burung Puyuh....................................................... .... 14
TABEL 2 : Bahan Pakan Burung Puyuh........................................................ .... 19




DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1 : Burung Puyuh................................................................................ 3
GAMBAR 2 : puyuh Coturnix-cortunix japonica........................................... ..... 4
GAMBAR 3 : puyuh Coturnix Chinensis....................................................... ..... 5
GAMBAR 4 : Puyuh Rollulus Roulroul................................................................ 6
GAMBAR 5 : puyuh Callipepla Squamata........................................................... 6
GAMBAR 6 : Sistem kandang baterai............................................................ .... 20
GAMBAR 7 : Sistem kandang bertingkat...................................................... .... 21
GAMBAR 8 : Fase awal................................................................................. .... 23
GAMBAR 9 : Fase pertumbuhan.................................................................... .... 23
GAMBAR 10 : Fase bertelur.......................................................................... .... 23
GAMBAR 11 : Masa bertelur......................................................................... .... 25
GAMBAR 12 : Fase masa pengeraman.......................................................... .... 25










BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bagi masyarakat Indonesia burung Puyuh memang sudah tidak asing lagi, kendati hewan ini merupakan binatang liar yang hidup di gunung-gunung. Namun beberapa puluh tahun terakhir, ternyata burung liar ini sudah bisa dijinakkan dan dibudidayakan, serta dikembangkan secara komersial. Indonesia dalam pengembangan puyuh memang agak ketinggalan dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, Jepang dan termasuk Amerika Serikat. Namun, saat ini pengembangan ternak burung puyuh berkembang pesat, terutama sebelum harga pakan unggas ini naik. ( Trubus 250. Et al., 1990. )
Pengembangan burung puyuh sangat cocok untuk usaha kecil, menengah hingga ke peternakan besar. Hasilnya untuk para peternak kecil, dapat mengisi kebutuhan risiko dapur, dalam penjualan telur maupun dagingnya. Saat sekarang pengembangan peternakan puyuh mulai bangkit lagi setelah harga-harga bahan pakannya turun. Untuk memelihara dan menernakan burung puyuh secara komersial, baik puyuh pedaging maupun petelur tidak terlalu rumit perawatannya. Bahkan bila dibandingkan dengan menernakan ayam, jauh lebih enteng dan efisien. Mengingat, memelihara burung puyuh tidak memerlukan kandang dan lahan yang luas. (minarti, s. Et al., 1995. )
Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah . Bila melihat prospeknya, beternak burung puyuh bisa dijadikan sebagai usaha sampingan ataupun profesi. Sebab, telur maupun daging burung puyuh, kini mulai digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Hanya saja, tingkat produktivitasnya masih jauh dari mencukupi permintaan pasar .Masalahnya, sampai saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui prospek, cara beternak, memperoleh bibit dan pemeliharaannya dengan cara komersial. ( Trubus 250. Et al., 1990. )
Padahal kehadiran burung puyuh ini telah dikenal orang sejak lama. Hanya tempo dulu banyak orang memeliharanya sebatas hobi dan tidak dikembangkan secara bisnis. Namun akhir-akhir ini, setelah meningkatnya jumlah kebutuhan gizi masyarakat, permintaannya semakin meningkat termasuk daging dan telur puyuh. ( Trubus 4. Et al., 1988. )


B.  Rumusan Masalah
a.    Bagaimana sejarah burung puyuh ?
b.   Bagaimanakah taksonomi dan siklus hudup burung puyuh ?
c.    Apa saja jenis – jenis burung puyuh yang ada di indonesia ?
d.   Apa saja manfaat yang dihasilkan oleh burung puyuh itu sendiri dan apa manfaat bagi manusia ?

C.  Tujuan
a.    Untuk mengetahui sejarah burung puyuh
b.   Untuk mengetahui taksonomi dan siklus hudup burung puyuh
c.    Untuk  mengetahui jenis – jenis burung puyuh yang ada diindinesia
d.   Untuk mengetahui manfaat yang dihasilkan oleh burung puyuh itu sendiri dan manfaat bagi manusia




BAB II
PEMBAHASAN

A.  SEJARAH BURUNG PUYUH
1.    Sejarah burung puyuh
Gambar 1. Burung Puyuh (Suprapto Agus, r. et al., 1993. )

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, memiliki ukuran tubuh relatif kecil, dengan potongan kaki yang pendek dan  juga burung puyuh memiliki karakter yang unik sehingga menyebabkan dia dapat diadu satu dengan yang yain. Burung puyuh merupakan bangsa atau jenis burung (Liar) yang untuk pertama kalinya berhasil diternakan di Amerika Serikat, yaitu disekitar kisaran Tahun 1870. Kemudian terus dikembangkan dan menyebar sebagai unggas peternakan ke penjuru dunia. Sedangkan di wilayah Indonesia sendiri burung puyuh baru mulai dikenal dan dijadikan unggas peternakan semenjak penghujung tahun 1979 yang mana dalam perjalanannya sampai sekarang burung puyuh telah menjadi unggas peternakan yang mudah dijumpai sebagai unggas peternakan di seluruh Indonesia. Sentra burung puyuh di Indonesia adalah di wilayah Sumatera, kemudian Jawa barat, Jawa timur, dan Jawa tengah. (Marhiyanto, b. Et al., 1999 )
Burung puyuh juga pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternakan pada tahun 1979. Saat ini peternak banyak dijumpai di Yogyakarta dan Sukabumi. Jenis yang diternakan puyuh Jepang, Coturnix coturnix japonica yang pertumbuhan dan pembiakannya cepat. Sebenarnya, di Indonesia pun ada puyuh asli, yang disebut gemak (bhs Jawa) atau Trunix sp. Sosoknya lebih kecil Cuma separuh tubuh dari Coturnix coturnix japonica. Pergerakkannya sangat lincah sehingga sulit ditangkap, puyuh asli Indonesia itu bulunya cantik, cokelat bertotol-totol hitam, berkombinasi dengan paruh dan kaki yang kuning. (Marhiyanto, b. et al., 1999. )
B.  JENIS – JENIS BURUNG PUYUH
Ada beberapa jenis puyuh di antaranya ada yang berwarna bulu indah, tidak kalah menariknya dengan burung hias yang banyak dipelihara orang, tetapi sayang produksi telurnya rendah. Sehingga bagi yang berminat untuk menikmati keindahan warna bulu dan suaranya, puyuh seperti itu sangat tepat. Sedang bagi peternak yang ingin memanfaatkan telur atau dagingnya biasanya akan memillih jenis puyuh seperti Coturnix-cortunix japonica. Di antara jenis-jenis puyuh tersebut adalah :
1.    Coturnix-cortunix japonica
Gambar 2. Coturnix-cortunix japonica ( Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Puyuh jenis ini dapat menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir/ekor/tahun. Kelebihan lainnya adalah suaranya yang cukup keras dan agak berirama, karena itu dulu unggas ini dipelihara sebagai song bird (burung kelangenan). Hidupnya sering berpindah-pindah tempat.. Kemampuannya yang dapat menghasilkan 3-4 generasi pertahun, membuat unggas ini menarik perhatian sebagai ternak percobaan dalam penelitian. Telurnya berwarna cokelat tua, biru, putih dengan bintik-bintik hitam, cokelat, dan biru. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )
2.    Coturnix Chinensis (Blue brested Quail)
Gambar 3. Coturnix Chinensis. ( Kinanti R. et al., 1992 )
Betubuh sangat mungil, panjangnya hanya 15 cm. Biasa dijumpai di padang rumput terbuka, sawah yang baru dipanen, semak alang-alang, dan tanah pertanian yang belum ditanami. Hidupnya dalam kelompok-kelompok kecil. Hidupnya di areal dataran rendah. Makanannya berupa biji-bijian kecil dan serangga. Telurnya berwarna kuning tua mengkilap dan bertotol-totol hitam. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )



3.    Rollulus Roulroul (Puyuh Mahkota)
Gambar 4. Puyuh Rollulus Roulroul. ( Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Badannya bulat dengan panjang mencapai 25 cm. Puyuh ini bentuknya paling indah jika dibandingkan dengan puyuh lain, sehingga dapat dipelihara sebagai burung hias. Hidupnya di hutan-hutan dan hanya terdapat di daerah seperti Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Unggas ini dapat hidup pada ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )
4.    Callipepla Squamata (Scaled quail)
Gambar 5. Callipepla Squamata. ( Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Unggas ini termasuk berukuran besar, panjangnya mencapai 25-30 cm. Bermukim di Amerika Utara (sebelah barat Amerika dan Meksiko). Hidupnya di padang rumput, di daerah kering dan semi kering. Selama musim bertelur unggas ini senang hidup menyendiri, tetapi pada musim gugur dan musim dingin mereka berkumpul dalam kelompok besar. Puyuh ini bisa bertelur sebanyak 9-16 butir pada musim bertelur. Pakannya terdiri dari 30 % serangga, biji-bijian, dan beberapa jenis sayur-sayuran. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )
Puyuh jantan dan betina warna bulunya sama cantiknya, yaitu cokelat keabu-abuan dengan ornamen abu-abu dan putih yang menghiasi bagian depan tubuhnya, menyerupai sisik ikan. Oleh karena itu puyuh ini dinamakan scaled quail. Karena bentuknya yang lucu dengan komposisi bulu yang unik, unggas ini cocok untuk burung hias.
5.    Lophortix Gambelli (Gambels Quail)
Puyuh ini mempunyai tubuh yang gemuk pendek, tetapi mempunyai kaki yang kuat. Panjang badannya 25-28 cm. Hidup di daerah tandus yang bersemak-semak dan hanya terdapat di Amerika Utara. Makanannya berupa biji-bijian, pucuk daun, buah-buahan, serta sejumlah kecil serangga. Bertelur sebanyak 9-14 butir dan telur tersebut dierami selama 21-24 hari di dalam sarang yang dibuat di permukaan tanah lembab yang ditumbuhi rumput dan sejenis tumbuhan berdaun harum yang sering digunakan untuk bumbu masak. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )
Ciri bagian paling atas puyuh jantan adalah adanya warna cokelat dengan variasi garis-garis putih. Dadanya berwarna kuning tua diselingi garis lebar berwarna hitam sedangkan di bagian sisi depan tubuhnya berwarna kemerah-merahan. Ciri khasnya yaitu di bagian depan kepalanya terdapat bulu panjang yang meyerupai jambulnya mayorette, sehingga kalau berjalan jambulnya akan bergoyang-goyang. Dibanding jenis puyuh lainnya, jenis ini tampak paling unik dan lucu, sehingga cocok dipelihara sebagai burung hias. ( Muhammad Rasyaf,Ir. et al., 1985 )
C.  BIBIT BURUNG PUYUH
A.  Pengadaan Bibit
Bibit bisa didapatkan dengan membeli pada produsen bibit atau menetaskan sendiri.Namun, untuk mendapatkan bibit dari produseb bbit, biasanya harus memesan terlebih dahulu jauh hari sebelumnya.Saat ini, kebutuhan bibit masih terlalu besar dibanding produksinya. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
Bibit juga bisa didapatkan dengan cara menetaskan sendiri. Menetaskan telur puyuh bukanlah hal yang mudah, perlu ketelitian dan kesabaran.Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan jauh lebih kecil daripada membeli bibit dari produsen bibit. Proses pnetasan  puyuh adalah sebagai berikut. ( Syariefa dkk. et al., 2011 )
1.    Memilih telur
Telur yang dipilih untuk ditetaskan haruslah telur yang berkualitas sehingga mempunyai daya tetas tinggi.Secara umum, kualitas telur puyuh dapat dilihat dari bentuk dan bobotnya.Bentuk telur dipengaruhi oleh keturunan, jumlah putih telur, dan saat keluarnya telur.Telur yang pertama kali dikeluarkan puyuh mempunyai bentuk yang lebih panjang daripada telur yang dikeluarkan berikutnya.Bentuk lonjong ini juga terjadi pada telur yang pertama kali dikeluarkan setelah fase istirahat selama tujuh hari.Bobot telur dipengaruhi oleh Janis puyuh, jumlah pakan yang diberikan, lingkungan kandang, ukuran tubuh puyuh, dan umur puyuh.Pakan yang kadungan proteinnya rendah juga mengakibatkan telur yang berbentuk berukuran kecil.Telur yang berkualitas dan mempunyai daya tetas tinggi dapat diketahui dari ciri-ciri berikut :
·      Bentuk telur lonjong, berukuran sedang, dan berat rata-rata 10-11 g/butir.
·      Jika telur diteropong menggunakan kertas yang digulung kemudian diarahkan ke sinar matahari atau lampu, akan terlihat terang kemerahan.
·      Cangkang telur tidak retak dan tidak mempunyai bercak kelabu yang merata di permukaan telur.
·      Permukaan telur halus, bersih, dan tidak ada kotoran yang menempel.
·      Warna telur tidak terlalu kuning, terlalu cokelat, atau putih polos.
·      Telur berasal dari induk betina yang berumur 4-10 bulan.
·      Telur berasal dari kandang pemeliharaan yang mempunyai perbandingan jantan dan betina 3:1.
·      Penyimpanan telur maksimal lima hari. Penyimpanan lebih dari lima hari akan menyebabkan daya tetas turun 3% per hari.
2.    Menyiapkan mesin tetas
Mesin tetas dapat dibuat sendiri dari bahan kayu dan papan tripleks. Mesin tetas dengan kapasitas 1.000 butir telur puyuh membutuhkan kotak berukuran 160x80x40 cm. mesin tetas dilengkapi dengan pintu berkaca untuk melihat keadaan telur di dalam mesin. Sumber panas bisa menggunakan kumparan kawat tersebut dialiri listrik 175 watt 220 volt.Namun, sumber panas yang lazim dipakai adalah lampu bohlam.Sumber panas ini digunakan untuk menjaga suhu didalam mesin tetas agar tetap stabil.Tinggi rendahnya suhu diatur dengan thermostat atau pengatur suhu otomatis. Cara kerja alat ini adalah apabila terkena panas, kapsul akan mengembang hingga menekan microswitch yang akan memutus arus listrik menuju lampu bohlam sehingga lampu mati. Jika suhu mulai menurun, kapsul akan menyusut hingga melepaskan tekanan pada microswitch sehingga arus listrik akan mengalir kembali ke lampu bohlam. Lampu bohlam pun akan menyala kembali. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
Selain suhu, kelembapan udara dalam mesin terus juga harus diatur.Kelembapan udara dalam mesin tetas berkisar 55-65% pada minggu pertama dan 70% pada minggu selanjutnya.Kelembapan tersebut dapat diatur dengan memasukan air dalam nampan kecil kadalam mesin.Pengaturan kelembapan dilakukan sebelum telur dinasukan ke dalam mesin. ( Syariefa dkk. et al., 2011 )
Sebelum telur dimasukan, mesin tetas disemprot terlebih dahulu dengan antiseptic, kemudian diangin-anginkan hingga kering.Nampan berisi air dimasukan ke dalam mesin untuk menjaga kelembapan udara dalam mesin.Alat pemanas dihidupkan hingga suhu dalam mesin mencapai 39,50C.Thermometer diletakan di dalam mesin tetas untuk mengetahui suhu.Sambil menunggu suhu dalam mesin tetas stabil, telur disemprot dengan antiseptic, kemudian diangin-anginkan hingga kering telur yang sudah kering dimasukan ke dalam rak mesin penetasan setelah suhu dalam mesin tetas stabil. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
3.    Penetasan
Telur dalam rak penetasan dapat diatur secara vertical ataupun horizontal.Bila telur diatur vertical, posisinya dibuat miring 450.Hari ke2-16 telur dibolak-balik empat kali sehari agar panas masuk ke telur secara merata.Selain itu, rak telur diputar 1800 sekali sehari.Hal tersebut dilakukan untuk menghindari embrio atau calon anak puyuh yang berada di dalam telur lengkat pada salah satu sisi kulit telur sehingga anak puyuh terhindar dari kelainan kaki bengkok. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
Telur akan menetas pada hari ke-19. Proses menetasnya telur tersebut terjadi selama 3 jam. Jika ada telur yang belum menetas selama lebih dari 3 jam. Lebih baik dibuang kerena apabila menetas akan menghasilkan bibit dengan kualitas yang jelek. Suhu dan kelembapan di mesin akan meningkat selama proses menetasnya puyuh. Oleh karena itu, ventilasi udara bagian atas mesin dibuka dan pintu sedikit dibuka untuk mencegah kematian pada anak puyuh yang baru menetas karena suhu yang terlalu panas.Anak puyuh yang sudah menetas agar dipindahkan ke kandang. ( Syariefa dkk. et al., 2011 )
B.  Bibit Bermutu
Tidak semua peternak puyuh melakukan pembibitan atau penetasan sendiri, sebagaian besar hanya berternak untuk produksi telur saja.Hal itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak puyuh terutama peternak kecil, yaitu sulitnya mencari bibit. Sebenarnya, peternak juga bisa mendapatkan bibit dengan cara menetaskan telus tetas yang dibeli dari peternak lain atau telur tetas produksi sendiri. Akan tetapi, bagi peternak yang belum berpengalaman mungkin akanmengalami kesulitan. Sebelum membahas tentang cara mendapatkan bibit, ada baiknya jika mengetahui ciri-ciri bibit bermutu terlebih dahulu. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
Bibit akan turut menentukan keberhasilan usaha ternak karena tinggi rendahnya produktivitas puyuh dimulai dari bibit. Oleh karena itu, sebelum membeli bibit, peternak perlu mengetahui ciri-ciri bibit bermutu.Bibit yang sudah dipilih masih perlu diseleksi lagi pada umur tiga minggu sambil dilakukan vaksinasi dan pemotongan paruh.Bibit yang tidak lolos seleksi dipisahkan.Paruh perlu dipotong agar puyuh tidak saling melukai jika terjadi perkelahian antar puyuh.Adapun ciri-ciri bibit bermutu adalah sebagai berikut. ( Syariefa dkk. et al., 2011 )
1.      bibit tidak berasal dari satu keturunan, lebih bagus jika induk berasal dari daerah yang berbeda.
2.      Besar bibit seragam.
3.      Gerakan lincah, sehat, tidak ada luka atau cacat, dan aktif mencari makan.
4.      Mata cerah dan bersih.
5.      Paruh melengkung.
6.      Bulu tidak rontok dan warnanya tidak kusam.
7.      Ekor mengarah kebawah.
D.    MAJEMEN PEMELIHARAAN BURUNG PUYUH
Pemeliharaan merupakan factor penentu keberhasilan dalam beternak puyuh. Bibit sebaik apa pun akan tetep rendah produktivitasnya jika terjadi kesalahan dalam pemeliharaan. Setiap fase hidup puyuh, yaitu starter, pertumbuhan, dan produksi, membutuhkan cara pemeliharaan yang berbeda. Oleh karena itu, peternak perlu mengetahui cara pemeliharaan setiap fase hidup puyuh. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
A.  Fase Starter dan Pertumbuhan
Bibit harus ditempatkan di dalam kandang khusus yang biasa disebut brooder untuk mengantikan fungsi induk.Perlakuan dalam kandang ini bertujuan agar kondisi tubuh bibit kuat dan tumbuh normal selayaknya didampingi induk. Keberhasilan pemeliharaan puyuh diawali dari proses ini. Jika perlakuan terhadap bibit di dalam brooder dilakukan dengan benar. Pertumbuhan puyuh akan maksimal sehingga nantinya produktivitas telur juga akan tinggi. Perlakuan dalam pemeliharaan puyuh fase stater dan pertumbuhan adalah sebagai berikut :
1.    Kepadatan populasi dalam brooder
Kandang brooder dapat di isi bibit dengan kepadatan populasi 100 ekor/m2.Setelah puyuh berumur 15 hari, kepadatan populasi dikurangi menjadi 50 ekor/m2. Pengurangan kepadatan populasi dilakukan sambil memisahkan puyuh yang badannya lebih kecil dan lebih lemah dari yang lain serta puyuh yang sakit agar tidak menulari yang lain. Puyuh dipelihara dalam kandang brooder hingga umur 28 hari.Setelah itu, dipindahkan ke kandang petelur. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
2.    Penghangat kandang
Penghangat kandang brooder bisa mengunakan 1-2 lampu bohlam dengan daya 40-60 watt.Penghangat dinyalakan sepanjang hari agar suhu di dalam kandang tetap stabil.Penghangat ini juga berfungsi sebagai pencahayaan.Penghangat tersebut berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan puyuh.Jika suhu terlalu dingi, ddapat digunakan lampu dengan daya yang lebih besar.Jika cuaca cerah, pada siang hari lampu bisa dimatikan dengan diganti dengan sinar matahari yang masuk ke kandang.Untuk mengoptimalkan suhu, lampu dinyalakan dua hari sebelum bibit dimasukan ke dalam kandang. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
Bibit umur 1-7 hari membutuhkan suhu 37-380C, umur 8-14 hari membutuhkan suhu 32-350C, umur 15-21 hari membutuhkan suhu 28-300C, dan umur 22 hari ke atas membutuhkan suhu 22-240C. kelembapan yang dibutuhkan adalah 70%. Cukup tidaknya lampu pemanas dapat dilihat dari perilaku bibit.Jika bibit bergerombol mendekati lampu, berarti pemanas masih kurang.Peternak harus jeli melihat reaksi perilaku bibit terhadap panas yang diberikan.Jangan sampai bibit kedinginan atau kepanasan terutama pada umur kritis, yaitu 1-4 hari. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
3.    Pakan dan air
Wadah pakan pada brooder bisa menggunkan nampan kecil atau dibuat sendiri dari papan tripleks berukuran 10x30x2 cm. tempat air dapat dibeli di toko perlengkapan ternak.Wadah pakan dan air pada kandang brooder diletakkan di dalam kandang.
Pakan untuk bibit harus mengandung protein hingga 24-28% dan diberikan dalam bentuk gilingan halus.Pakan tersebut dapat menggunakan campuran antara pakan ayam starter atau BR1 dengan bungkil kedelai atau jagung yang digiling dangan perbandingan 3:1.Hingga umur dua hari, pakan diberikan secukupnya saja sesuai kebutuhan puyuh berdasarkan umurnya agar tidak banyak terbuang. Pemberian pakan dengan cara ditabur di kertas Koran untuk melatih puyuh mencari makan. Pakan dapat diberikan penuh di tempat pakan setelah umur tiga hari. Agar pakan tidak tercecer karena dikais-kais, di atas pakan diberi kawat ram. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
Air minum harus tersedia setiap saat.Hinggan umur dua minggu, terkadang banyak bibit yang amti kedinginan karena terlalu banyak terkena percikan air minum.Akan tetapi, hal itu dapat diantisipasi dengan memberikan kerikil di tempat air sehingga puyuh tidk memercikan air saat minum.Air minum yang dipakai adalah air yang masih bersih dan tidak tercemar.Jika dalam dua hari air minum tidak habis maka harus diganti.Bila perlu, air minum dapat diberi vitamin dan antibiotic untuk menjaga kesehatan bibit. ( Evi, dkk. et al., 2011 )
4.    Vitamin
Pemberian vitamin dilakukan untuk menunjang pertumbuhan puyuh.Vitamin diberikan berdasarkan umur puyuh dengan jadwal sebagai berikut.



Tabel 1. Jenis Vitamin Burung Puyuh
Umur puyuh
( hari )
Jadwal Pemberian
Jenis Vitamin
1-7
Dua kali sehari
Vitamin mix khusus DOQ, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick
8-19
Satu kali sehari
Vitamin mix khusus DOQ, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick
20 ( sehari sebelum vaksinasi ND ke-2 ) dan 22 ( sehari setelah vaksinasi ND ke-2 )
Satu kali sehari
Vitamin mix khusus DOQ, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick
25-26
Satu kali sehari
Vitamin mix khusus DOQ, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick
28 ( sehari sebelum vaksinasi Al ke-1 )
Satu kali sehari
Vitamin mix anti strees, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick
31 ( mulai pergantian pakan starter ) hingga 42 ( awal bertelur )
Satu kali sehari
Vitamin mix anti strees, yaitu vitamin dengan merek berakhiran chick

5.    Pemotongan paruh
Puyuh meruipakan jenis burung yang sering berkelahi dengan sesamanya dan mematuk telur yang dihasilkannya.Oleh karena itu, debeaking atau pemotongan paruh perlu dilakukan untuk mengurangi sifat tersebut. Kalaupun puyuh masih saling berkelahi, tidak akan melukai sesamanya. Pemotongan paruh dilakukan pada umur 1-7 hari dan saat memasuki tahap layer, yaitu umur 28-35 hari.Pemotongan bisa dilakukan menggunakan gunting, solder, atau setrika.Bagian yang dipotong adalah ujung paruh yang lunak dan berwarna putih.Sebelum dan sesudah pemotongan, paruh dioles dengan alcohol atau spiritus agar tidak terjadi infeksi.

6.    Angka kematian
Angka kematian puyuh tergolong tinggi daripada ternak unggas lain. Namun, selama angka kematian tidak melebihi standar, kematian tersebut merupakan hal yang wajar. Standar angka kematian puyuh umur 1-15 hari sebesar 5-8%, umur 16-35 hari sebesar 1-4%, dan umur 36-apkir sebesar 8-12%, sehingga total angka kematian puyuh hingga apkir adalah 24%.




B.  Fase Produksi
Puyuh dipelihara di dalam kandang petelur mulai akhir minggu keempat.Puyuh yang sakit harus dipisah agar tidak menularkan penyakit.Puyuh yang sakit ditandai dengan bobot kurang dari rata-rat, cacat, tidak nafsu makan, tidak bergairah, mata keruh, kanibal, badan bungkuk, gerakan tidak lincah, serta bulu kotor dan rontok.Pemeliharaan puyuh fase produksi harus memperhatikan hal-hal berikut. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
1.    Pakan dan air
Pakan puyuh umur 31 hari mulai diganti dengan pakan layer secara bertahap.Penggantian pakan dilakukan dengan mencampur pakan starter dan pakan layer.Dari hari ke hari, proposi atau jumlah pakan starter makin dikurangi, sedangkan jumlah pakan layer makin ditambah.Puyuh sudah memakan 100% pakan layer pada umur 35 hari. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
Sebelum puyuh menghasilkan telur, pakan diberikan dua kali sehari pada pagi dan sore hari.Setelah puyuh menghasilkan telur, pakan diberikan sekali sehari antara pukul 14.00-22.00.Menurut penelitian, pemberian pakan pada jam tersebut lebih baik daripada pagi hari karena puyuh bertelur pada sore hari sehingga nafsu makan puyuh baik. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
Pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhan puyuh, jangan sampai kekurangan atau terlalu kelebihan. Kekurangan pakan akan membuat produktivitas puyuh menurun, sedangkan kelebihan pakan akan membuat biaya pakan meningkat. Pakan yang belebih satu gram setiap ekor puyuh dapat menyebabkan pembengkakan biaya hingga Rp. 1.500.000,00 per tahun pada populasi 2.000 ekor. Selain itu, pakan yang berlebihan akan tercecer dan menjadi media tumbuh jamur. Pengelolaan pakan yang baik dapat menghasilkan produksi telur mencapai 85% dari jumlah puyuh terutama pada puncak produksi, yaitu umur 3-4 bulan. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
Pakan dan air minum pada puyuh yang berumur kurang dari 35 hari sebaiknya masih diberikan di dalam kandang.Setelah berumur lebih dari 35 hari, pakan dan air minum diberikan diluar kandang.Air minum harus diganti setiap hari dan wadahnya dibersikan dari sisa-sisa pakan yang tercecer.Untuk memberikan vaksinasi melalui air minum, pemberian air dihentikan minimal satu jam.Hal ini bertujuan agar pada saat vaksinasi dilakukan, puyuh merasa haus sehingga langsung minum. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
2.    Pencahayaan
Pencahayaan sangat penting karena memengaruhi proses telur. Pencahayaan cukup dengan satu lampu bohlam 40-60 watt dalam kandang. Puyuh dara yang baru mulai bertelur diberi pencahayaan 24 jam per hari agar dapat bertelur dangan baik. Apabila semua puyuh sudah bertelur, pencahayaan cukup diberikan 14-16 jam per hari mulai senja sampai matahari terbit.
3.    Panen telur
Pemanenan telur dilakukan pada pagi dan sore hari karena puyuh bertelur pada sore atau malam hari.Telur diambil sebelum puyuh diberi minum agar tidak terkena percikan air minum.Telur yang dipanen langsung diseleksi berdasarkan kualitasnya.Telut yang jelek dipisahkan. Ciri-ciri telur yang jelek adalah warna putih polos, retak, cangkang tipis, dan berukuran lebih besar atau lebih kecil dari telur yang lain. Telur yang kotor dibersihkan dengan mengerok kotoran yang menempel.Pembersihan telur dengan air tidak dianjurkan karena air bisa membawa bakteri menembus pori-pori cangkang telur dan bisa melunturkan warna telur.Telur yang telah terkumpul dipindahkan kedalam kotak khusus telur puyuh, yaitu kotak karton bersekat, sambil diseleksi lagi kualitas telurnya.Ujung telur yang lebih tumpul berada di atas agar tidak mudah pecah.Kotak telur digunakan untuk memudahkan penghitungan dan pengangkutan. Biasanya dalam satu kotak telur terdiri dari lima lapis. Setiap lapis terdiri dari 150 butir telur sehingga satu kotak telur dapat menampung 750 butir.Antara lapisan dalam kotak telur diberi sekat kertas Koran agar telur tidak saling berbenturan. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )

E.     PAKAN BURUNG PUYUH

Biaya pakan merupakan biaya yang terbesar dalam peternakan puyuh, yaitu mencapai 80% dari total biaya.Pakan memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup puyuh.Puyuh harus diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Pakan yang tidak sesuai jumlah dan kebutuhan gizi puyuh akan menyebabkan pertumbuhan puyuh terhambat dan produktivitas telur rendah. Oleh karena itu, pemberian pakan perlu memperhatikan tiga hal : zat makanan, kebutuhan pakan sesuai fase pemeliharaan, dan cara pemberian pakan. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Zat makanan yang harus ada dalam pakan puyuh adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.Selain zat-zat makanan tersebut, air juga sangat dibutuhkan puyuh.Air dalam tubuh puyuh merupakan unsur yang vital.Air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, penyusun telur, dan pengangkut zat makanan ke seluruh tubuh. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Protein berfungsi sebagai penyusun jaringan tubuh seperti otot, daging, sel darah, dan tulang, serta sebagai zat penyusun telur dan sperma.Kadar protein dalam pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan puyuh muda dan menentukan produksi telur puyuh dewasa. Bahan pakan yang banyak mengandung protein antara lain kacang hijau, kacang tanah, kedelai, tepung ikan, tepung daging, dan tepung cacing.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi.Energi dipakai untuk bergerak, bernapas, menjaga suhu tubuh, mencerna makanan, memperbaiki sel atau jaringan tubuh yang rusak, dan membentuk sel atau jaringan yang baru. Kelebihan karbohidrat pada puyuh muda akan diubah menjadi protein, sedangkan pada puyuh dewasa diubah menjadi lemak. Karbohidrat dapat diperoleh dari jagung, dedak padi, dedak gandum, dan umbi-umbian. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Lemak berfungsi untuk menambah palatabilitas atau cita rasa pakan, menyediakan asam lemak essensial yang penting untuk tubuh, menambah efisiensi energi, serta mempermudah penyerapan vitamin ( A, D, E, K ) dan kalsium. Sumber lemak terdapat pada minyak kelapa, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak biji kapas. ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )
Vitamin berfungsi sebagai penjaga metabolism dalam tubuh dan penahan serangan penyakit. Vitamin yang dibutuhkan puyuh antara lain A, B2, B12, C, D, E, dan K. sumber vitamin terdapat pada biji-bijian, dedaunan, kuning telur, dan jagung kuning. Pakan produksi pabrik sudah diatur sedemikian rupa jumlah vitamin dan macamnya sesuai kebutuhan puyuh.Akan tetapi, pada kondisi tertentu puyuh memerlukan vitamin yang lebih sehingga perlu tambahan vitamin.Tambahan vitamin tersebut bisa dicampurkan dalam air minum atau pakan.Pyuyuh perlu mendapatkan tambahan vitamin pada saat kondisi cuaca buruk, sakit, stress, dipindah ke kandang baru, dan setelah vaksinasi. Vitamin tambahan yang diberikan terdiri dari 2 jenis, yaitu vitamin mix untuk suplemen puyuh dan vitamin mix untuk antistres. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )
Mineral berfungsi sebagai penunjang metabolism tubuh. Mineral yang paling penting untuk puyuh adalah Ca ( kalsium ) dan P ( fosfor ). Kalsium berguna untuk pembentukan cangkang telur dan tulang.Oleh karena itu, apabila cangkang telur kurang keras, sebaiknya puyuh diberi tambahan kalsium berupa serpihan batu kapur. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )

Ø Kebutuhan Pakan
Kebutuhan puyuh terhadap pakan, baik jumlah maupun kandungan nutrisinya, dipengaruhi oleh umur puyuh itu sendiri.Komposisi nutrisi pakan produksi pabrik cukup lengkap sehingga dapat merangsang pertumbuhan puyuh dan meningkatkan produktivitas telur dengan baik.Akan tetapi, harganya yang tinggi membuat peternak kesulitan untuk membelinya.Oleh karena itu, ransum pakan dapat dibuat sendiri untuk menekan biaya pakan.Kandungan nutrisi dalam pakan dapat diatur menggunakan bahan-bahan berikut dengan memperhatikan komposisi tiap bulan.Komposisi tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan puyuh berdasarkan umurnya terhadap zat makanan yang terkandung dalam bahan tersebut. ( Ir. Kinanti Rospitasari. et al., 1992 )

Tabel 2. Bahan Pakan Burung Puyuh
Bahan Pakan
Umur Puyuh ( Minggu )
0-1
1-3
3-5
>5
Jagung kuning
42,18 %
47,46 %
55,78 %
55,78 %
Tepung teri
15,27 %
17,18 %
16,20 %
17,10 %
Bungkil kelapa
9,64 %
10,64 %
10,63 %
10,63 %
Bungkil kedelai
19,28 %
17,18 %
6,98 %
8,33 %
Dedak halus
13,20 %
6,88 %
10,00 %
2,72 %
Kulit kerang
0,36 %
0,41 %
0,41 %
5,19 %
Vitamin mix
0,25 %
0,25 %
0,25 %
0,25 %
Jumlah
100 %
100 %
100 %
100 %



F.     KANDANG BURUNG PUYUH

Secara umum, sistem kadang yang banyak digunakan para peternak puyuh ada 2 jenis : sistem liter dan sistem baterai. Akan tetapi, kandang system litter jarang digunakan peternak puyuh di Indonesia. Kandang sistem baterai dan kandang kontruksi bertingkat banyak digunakan oleh peternak puyuh di Negara-negara subtropics. ( Wahyuning Dyah dkk. et al., 1985 )
1.    Sistem Baterai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRca7a_w6wWBFUz0KxvAQ75QZvaMCPS8tfoezm4EDEcSKnnPpHQVapKHpIB6ZYJPpYsVd1KWHcrznlZV5lnozaJqSzXHndfBPuJWd6rx5TyklI-rql_SVBPaUH01mbi5mXEud8h2o5saHu/s320/Kandang+Puyuh.jpg
Gambar 6. Sistem kandang baterai ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )

Kandang system baterai banyak digunakan peternak puyuh di Indonesia. Kandang ini berbentuk sangkar dengan dinding dan lantai terbuat dari kawat ram sehingga sirkulasi udara lebih lancer. Untuk menahan pengaruh udara dingin, kandang diberi pelapis terpal. Kandang system baterai ada dua macam : kontruksi miring dan kontruksi bertingkat. Namun, kontruksi kandang yang umum digunakan oleh peternak di Indonesia adalah kontruksi bertingkat. ( Wahyuning Dyah dkk. et al., 1985 )
a.    kelebihan kandang system baterai kontruksi miring antara lain :
·      Produktivitas telur lebih banyak.
·      Persaingan untuk mendapatkan pakan dapat ditekan karena setiap satu kotak sangkar hanya ditempati lima ekor puyuh,
·      Tidak ada tumpukan kotoran dikandang karena kotoran langsung jatuh ke tanah.
·      Lebih mudah menyeleksi puyuh yang tidak dapat bertelur.
b.   Kekurangan kandang system baterai kontruksi miring antara lain :
·      Membutuhan ruang yang lebih luas.
·       Pembuatan lebih rumit dan mahal.
·      Peralatan yang dibutuhkan lebih banyak.

2.    kontruksi Bertingkat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxbm42guPPdgCh0xSmzk-CWN_swFJfBtZCCKcAFuimDmCSp4DIoKWcC_LNxq-nJaup1SHqcehbesgmwC7BfJOi6tsx1yeBsX99zrHom3BbOoq34wnCTaMXkzRTfMfmMzs1GIWId6rB97pU/s320/1333809597_324575445_2-Alexander-Quail-Farm-Menjual-Ternakan-Puyuh-Sukabumi.jpg
Gambar 7. Sistem kandang bertingkat ( Evitadewi dkk. Et al., 1985 )

Kontruksi bertingkat sangat sederhana dan tidak ada ukuran yang baku. Ukuran kandang yang biasa digunakan peternak adalah 150x60cm dan 180x30cm. tinggi kotak sangkar antara 30-35cm. jarak antara tingkat sangkar 15cm, sedangkan jarak sangkar paling bawah dengan lantai adalah 30-40cm. hal ini akan membuat sirkulasi udara menjadi lancer. Setiap tingkat diberi tempat penampungan kotoran agar kotoran puyuh tidak jath ke sangkar di bawahnya dan kotoran lebih mudah dibersikan.Penampunga kotoran dapat dibuat dari papan tripleks dan diletakan dibawah setiap tingkat sangkar. Alas sangkar dibuat miring agar terlur biasa menggelinding ke tepi untuk memudahkan pemanenan telur. Kandang puyuh dapat dibuat dari bahan reng kayu sebagai rangka dan kawat ram sebagai dinding dan alas sangkar. Ukuran kandang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bahan yang tersedia agar tidak banyak yang terbuang. ( Wahyuning Dyah dkk. et al., 1985 )
a.    Kelebihan kandang system baterai kontruksi bertingkat antara lain :
·      Tidak banyak membutuhkan ruang.
·      Pembuatan kandang lebih mudah dan murah.
·      Peralatan yang dibutiuhkan lebih praktis.
b.   Kekurangan kandang system baterai kontruksi bertingkat antara lain :
·      Sulit menyeleksi induk yang tidak dapat bertelur.
·      Persaingan mendapatkan pakan sulit ditekan karena tiap satu kotak sangkar ditempati 25-30 ekor puyuh.
·      Ada tumpukan kotoran dikandang karena kotoran jatuh ke papan penampungan sehingga peternak harus rajin membersihkan.

G.    TAKSONOMI ( KLASIFIKASI ) BURUNG PUYUH DAN SIKLUS HIDUP PUYUH
1.   Klasifikasi ilmiah burung puyuh

Kingdom                     : Animalia
Filum                           : Chordata
Subfilum                     : Vertebrata
Kelas                           : Aves
Ordo                            : Galliformes
Family                         : Phasianidae
Subfamili                     : Perdicinae
Genus                          : Coturnix
Spesies                        : Coturnix coturnix (Lineaus 17), Coturnix japonica,         Coturnix coromondelica, Coturnix chinensis.

Masing-masing memiliki ciri khas yang membedakan satu dengan yang lain. Habitatnya piun berbeda. Ada di Asia-Eropa, dan ada di JepangHabitat berupa padang rumput.Vegetasi tinggi lebih disukai, sementara tepi hutan dihindari.

2.    Siklus Hidup Burung Puyuh
Siklus hidup puyuh sangat pendek. Selama hidupnya puyuh melewati 3 fase penting, yaitu fase awal, fase pertumbuhan dan fase bertelur.
a.    Fase Awal
gambar anak burung puyuh yang baru menetas
Gambar 8. Fase awal ( Suprapto Agus, r.  Et al.,1993. )

Fase awal adalah fase dimana telur baru saja menetas hingga puyuh berumur 11 hari. Fase ini merupakan masa kritis bagi anak puyuh, karena harus bertahan hidup dari pengaruh cuaca dan predator. Setelah fase ini, anak puyuh akan mulai meninggalkan sarang. ( Suprapto Agus, r.  Et al.,1993. )
b.    Fase Pertumbuhan
anak burung puyuh
Gambar 9. Fase pertumbuhan ( Suprapto Agus, r.  Et al.,1993. )

Fase pertumbuhan adalah fase dimana puyuh berada dalam rentang usia 12 – 42 hari.
c.    Fase Bertelur
telur puyuh
Gambar 10. Fase bertelur ( Suprapto Agus, r. Et. Al.,1993 )

Setelah berumur 42 hari, puyuh dewasa sudah mulai produktif menghasilkan telur.
d.   Masa Kawin
Puyuh dewasa biasanya tinggal di dalam kawanan dengan jumlah antara 1-20 burung. Tinggal dalam kawanan dapat membuat puyuh merasa lebih aman karena kawanan dapat saling mengamatai bahaya yang mengintai dari predator.
Puyuh akan meninggalkan kawanan hanya pada masa kawin. Selama musim kawin, Puyuh jantan akan hinggap di pohon atau dataran tinggi untuk memulai panggilan kawin. Puyuh jantan sering bersaing dengan puyuh jantan lainnya dan akan kawin dengan hanya satu betina. ( Suprapto Agus, r. Et al., 1993. )



e.    Masa Bertelur
sarang burung puyuh
Gambar 11. Masa bertelur ( Suprapto Agus, r. Et al., 1993 )

Puyuh biasanya bersarang diantara rerumputan tinggi yang padat, dimana mereka bisa bersembunyi dari predator.Puyuh dewasa dapat bertelur sebanyak satu butir per hari. Dalam satu sarang biasanya terdapat 12-14 telur. Meskipun burung puyuh adalah pembangun sarang handal dan protektif terhadap anak mereka, hanya sekitar sepuluh telur yang akan benar-benar menetas. Tidak seperti banyak spesies hewan, tugas pengasuhan dibagi antara kedua puyuh jantan dan betina selama musim bersarang. ( Suprapto Agus, r. Et al., 1993 )
f.     Masa Pengeraman
sepasang burung puyuh
Gambar 12. Fase masa pengeraman ( Suprapto Agus, r. Et al., 1993 )

Jika tidak dihancurkan oleh predator atau cuaca buruk, anak puyuh akan menetas setelah 17-20 hari masa inkubasi. Selama 2 minggu pertama kehidupan, anak puyuh akan memiliki diet ketat serangga dan campuran rumput. Setelah periode ini, mereka akan perlahan-lahan berpindah ke pola makan biji-bijian, seperti jagung dan kacang-kacangan liar. ( Suprapto Agus, r. Et al., 1993 )
H.    MANFAAT YANG DIHASILKAN OLEH BURUNG PUYUH DAN APA MANFAAT BAGI MANUSIA
1.    Manfaat yang dihasilkan oleh Burung Puyuh
Selain bermanfaat bagi para peternak sebagai salah satu usaha peternakan Burung Puyuh juga memiliki manfaat sebagai berikut:
a.    Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat.
b.    Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya.
c.    Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
2.    Manfaat burung puyuh bagi manusia :
a.    Daging
·      Dagingnya sangat lezat dan gurih.
·      Dagingnya, merupakan makanan alternatif bagi para penderita jantung koroner dan darah tinggi.
·      Daging puyuh dengan tekstur daging halus lembut dan manis dengan kandungan kolesterol sangat rendah.
·      Daging puyuh kaya mikronutrien dan berbagai vitamin termasuk folat, B kompleks dan vitamin E dan K.
Selain itu, kandungan telur dan daging puyuh mempunyai kadar kolesterol yang sangat rendah. Bahkan dibandingkan dengan telur unggas lainnya, seperti ayam, bebek dan angsa, ternyata telur puyuh mengandung beberapa komposisi yang cocok bagi perkembangan otak dan tulang bagi balita. Di mana, selain protein yang memuat 13%, lemak 11%, dan zat lainnya 1,3% juga, komposisi ini dilengkapi semua jenis vitamin dibandingkan telur unggas lainnya. Adapun kelebihan telur puyuh adalah sebagai berikut :
·      Bisa melancarkan peredaran darah.
·      Menguatkan tulang belakang.
·      Buat yg bosen sama daging ayam bisa nyobain daging puyuh sebagai pilihan menu makanan baru.
·      Daging burung puyuh, bergizi, kaya protein, besi, kalsium, fosfor, yang dikenal sebagai tempat penyimpan logam.
·      Oleh karena itu dianjurkan bagi orang dengan kadar kolesterol tinggi dan mereka yang ingin mempertahankan tingkat rendah kolesterol.
·      Pada sistem saraf manusia memiliki peranan gizi khusus daging burung puyuh, telur, darah dapat digunakan sebagai obat.
b.   Telur
·      Telur puyuh sangat lezat dan sebanding dalam rasa dibanding dengan telur ayam negeri.
·      Nilai gizi mereka adalah 3 – 4 kali lebih tinggi dari telur ayam.
·      Telur puyuh mengandung protein 13%, sedangkan telur ayam memiliki sekitar 11%.
·      Telur puyuh memiliki 140μg vitamin B1, dibandingkan dengan 50μg dalam telur ayam.
·      Telur puyuh jauh lebih kaya vitamin B2, besi, kalium, kalsium dan fosfor dari telur ayam.
·      Telur puyuh kaya kolesterol HDL, (yang ‘baik’ kolesterol), sehingga bahkan warga senior bisamemakannya.telur puyuh memiliki kadar kolesterol rendah dan kaya akan choline, zat kimia penting untuk fungsi otak.
·      Telur puyuh kaya lesitin, cephalin dan hormon, dan protein telur puyuh partikel protein telur dari partikel-partikel kecil, lebih mudah pencernaan dan penyerapan, alergi dan masalah gastrointestinal efek khusus,
·      Dilihat dari kandungan protein dan lemaknya dapat di katakannya telur puyuh lebih baik dibandingkan telur unggas. Karena daging puyuh mengandung 21,10 % protein sedangkan lemaknya hanya 7,7 %.
·      Selain itu, ternyata menurut data analisis dari beberapa peternak puyuh. Manfaat telur puyuh dapat menghaluskan kulit dan menyembuhkan jaringan-jaringan tubuh seseorang di kala mengalami penurunan kesehatan tubuh.
·      Bahkan, beberapa buah telur puyuh, bila dikonsumsi setiap hari dan dicampur beberapa sendok madu, sangat berkhasiat untuk menyembuhkan impoten dan lemah syahwat.








 
BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Burung puyuh merupakan unggas kecil berbadan kecil  pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga. Walaupun badan burung ini kecil, namun sarang puyuh dapat ditemukan pada permukaan tanah. Burung puyuh berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Burung puyuh (Quail) merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakkan di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979.
Jenis kelamin burung puyuh dapat ditentunkan dari ciri bulu yang dimiliki puyuh jantan dan puyuh betina. Pada burung puyuh jantan warna bulu penutup bagian dada adalah merah coklat (sawo matang), tanpa terdapat garis atau bercak-bercak hitam. Sebaliknya pada burung betina bulu dadanya merah coklat dan terdapat garis atau bercak-bercak hitam. Untuk menentukan jenis kelamin burung puyuh, bisa ditentukan setelah anak puyuh berumur 3 minggu, sebab pada usia inilah anak-anak puyuh bulunya sudah tumbuh sempurna, Puyuh juga dapat dibedakan jenis kelaminnya setelah berumur lebih dari 1,5 bulan, yakni dengan mengenal suaranya. Puyuh jantan akan berkokok nyaring seperti ayam hutan, sedang betina tidak.
Ciri lainnya untuk mengetahui jenis kelamin puyuh adalah dengan bobot badan. Umumnya puyuh betina memiliki bobot badan yang lebih besar dibandingkan puyuh jantan. Puyuh betina dewasa biasanya memiliki bobot antara 110-160 gram dan puyuh jantan dewasa berbobot antara 100-140 gram. Begitu pula bentuk pantatnya, puyuh jantan pantatnya bulat dan besar sedang si betina lebih kecil.
Telur burung puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang. Di Kolombia, telur burung puyuh rebus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak adalah jajanan lokal yang populer. Telur burung puyuh dipercaya memiliki kolesterol yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol yang terdapat pada telur burung puyuh adalah sama dengan telur ayam biasa.


B.  SARAN
Sebagai mahasiswa kita harus mengetahui tentang burung puyuh atau dalam istilah biologi yaitu apis. Dimana kita harus mampu mengenal dan mengetahui burung puyuh serta sejarah dan stuktur dari ilmu dasar aneka ternak terutama dalam asosiasi ternak.



DAFTAR PUSTAKA
Elly Listyowati, Ir. Kinanti Rospitasari. 1992.Puyuh,Tatalaksana Budidaya .Jakarta : Swadaya
Wahyuning Dyah,Evitadewi dkk.1985.Beternak Burung puyuh Dan Pemeliharaan.Semarang: Aneka Ilmu
Muhammad Rasyaf,Ir. 1985.Memelihara Burung Puyuh .Yogyakarta :Kanisius
Elly Listyowati, Ir. Kinanti Rospitasari. 1992.Puyuh,Tatalaksana Budidaya . Jakarta : Swadaya    .
Wahyuning Dyah,Evitadewi dkk.1985.Beternak Burung puyuh Dan Pemeliharaan.Semarang: Aneka Ilmu.
Muhammad Rasyaf,Ir. 1985.Memelihara Burung Puyuh .Yogyakarta :Kanisius.
Yunus, m, minarti, s. 1995, aneka tetnak, universitas brawijaya, malang.
Syariefa, Evi, dkk. 2011. Ternak Puyuh. Jakarta : Trubus Swadaya.
Anonim, 2011. Budidaya Burung Puyuh. (www.disnak.jabarprov.go.id/) diakses 17 desember 2011.
Marhiyanto, b., 1999, peluang bisnis beternak lebah, gitamedia press, Surabaya.






2 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan Bioaktivator Pakan untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus
  2. 1xBet Korean Sportsbook - Online Sports Betting - Legalbet
    1xBet is one of the top betting sites in North Korea which is part of the prestigious betting operator of the Kumpulan Gambling affiliation 1xbet Commission.

    BalasHapus